Kamis, 19 Desember 2013

KALAH OLEH PERBEDAAN



Tulisan ini sebenarnya gue bikin secara offline di MS word pada hari rabu, 13 November 2013 lalu. Saat itu gue masih dalam status pacaran dan emang lagi galau-galaunya sama dia. Lagi berada di ujung tanduk sepertinya. Kemungkinan untuk terselamatkan sangatlah kecil. Dan emang sekarang gue udah putus sama dia. Tapi ya udah,  daripada gada postingan, mending gw copas aja tulisan gue ini ke blog. Toh isinya masi curhat-curhat juga.. :)

Nyok ah, nyanyi dulu bentar tapi.
Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi dibalik awan hitam,..
Semoga ada yang menerangi sisi gelap ini
Menanti seperti pelangi setia menunggu hujan reda…
Itu adalah sepenggal lirik lagu dari Band Efek Rumah Kaca, yang berjudul Desember. Lagu ini cocok banget didengerin di suasana hujan lebat kayak gini (tepat saat gue nulis ini, hujan sedang turun dengan lebatnya).
Dear diary,
Let me tell you about my story, I know it’s rather sad. But that’s the way I feel.
Dear diary, I don’t know if this is right or wrong, start it thinking of leaving her, but I’m afraid it might hurt her.
Tulisan bahasa inggris di atas juga sebuah lirik lagu, judulnya Dear diary dari Mocca. Kenapa gue nulis lagu itu? Isi lagunya ngepas sama kondisi gue sekarang. Gue sedang dilanda kegalauan dalam hal pacaran. Tapi ini bukan galau sedih, lebih tepatnya gue sedang berada di titik jenuh. Maksudnya?
Tepat 12 November kemarin, usia pacaran gue sama dia sudah 15 bulan. Namanya Mentary, si hitam manis, pengagum gila Ariel Noah, saking ngefansnya kadang gue bosen dengerin ceritanya yang berbunyi noah,,,noah..noah. Akhir-akhir ini sangat aktif di komunitas fanbase nya noah di bekasi. Dan semenjak dia aktif di komunitas itu dia jadi beda, jadi lebih cuek. Gatau mungkin karena di sana dia banyak nemuin teman baru, cowok baru lebih tepatnya yang satu selera dalam hal idola. Efeknya gue ngerasain dia bukan mentary yang pas awal gue kenal yang jinak dan pendiam. Sekarang dia menjadi lebih liar dan gue jadi sering ngerasa sepi terlebih saat dia sedang asyik kumpul2 sama teman2 komunitasnya atau nonton konser band idolanya live. Punya pacar tapi kok rasanya lebih parah dari pada jomblo, itu yang gue rasain. Dia selalu asyik sendiri dengan kesibukannya. And that’s make me so “jengkel”.
 Kita sama-sama cocok awalnya, kita sama-sama sayang dan gak ragu ketika saling panggil dengan sebutan sayang. Gue sih sering manggil dia dengan sebutan “jore” (dalam bahasa sunda artinya “jelek”), dia pun juga sama kadang manggil gue dengan sebutan gitu “re…re…jore”. Dan buat pendewasaan gue suka nyebut diri gue ke dia dengan sebuatan “kaka” gak jarang dia juga suka manggil gue dengan sebutan khasnya “kamand” (kak rusman). Kita udah sama-sama cocok walaupun banyak intrik dan polemic diantara kita, kita sering berantem walaupun gak lama, dan setelahnya kita kembali mesra penuh canda tawa. Emang kita tuh beda, secara karakter, gue yang cemburuan-dia yang cuek, sama-sama suka music, namun selera musik kita beda dan gak pernah nyambung ketika kita mau ngomongin music kesukaan masing-masing.  Hah…masa Cuma karena soal selera music beda aja jadi sering berantem. Agak lucu emang. Detailnya gue certain nanti.
Nyambung tentang jenuh tadi, sampai pada suatu hari dia bilang bahwa dia bosen dengan pacaran kita yang begini-begini aja, gak ada variasi mungkin. Agak sakit memang hati gue waktu itu ketika dia bilang kayak gitu, apa itu artinya dia mau putus atau gimana. Ketika kita sayang sama pacar, tapi dia dalam situasi ngerasa jenuh, rasanya tuh kita gak ada nilainya banget di mata dia. Gue sms gak pernah langsung direspon, walau pun dapet respon Cuma satu kata doang  “iya” atau “terserah”.  Hingga akhirnya dia bilang mau sendiri dulu, gak tau apa alesannya. Apa ada orang lain  yang coba deketin dia dan dia juga gak nolak. Artinya kehadiran gue pada saat itu Cuma ganggu. Ya udah gue turutin, ngapain juga  gue ngasi perhatian kalo Cuma buat diacuhin doang, gak ada respon. Perhatian gue mahal, tapi dia balas dengan begitu murahnya..
Dan gak tau kenapa, nanggepin sikap dia yang seperti itu,gue jadi ngerasa bosan. Dan jenuh juga. Rasa sayang gue berasa luntur sekarang.
Kita udah beda sekarang. Kamu udah beda, gak kayak dulu lagi.
Gue dapet satu quote dari Raditya Dika
“Sesabar apapun cewek/cowok, pada akhirnya dia akan merasa kelelalahan juga jika terus menerus diabaikan”. Itu yang gue rasain, gue capek dengan semua pengabaian ini, gue pengen lepas. Setidaknya dengan lepas, gue jadi gak perlu mikirin dia lagi yang sekarang belum tentu lagi mikirin gue.

Lirik dibawah ini mungkin sedikit mewakili.
Kau hidup dengan siapa
Ku tak tahu kau siapa
Kau kekaihku tapi orang lain bagimu
Kau dengan dirimu saja
Kau dengan dunia mu saja
Teruskanlah….teruskanlah
Kau begitu.
Intinya apa? Gue mau nentuin pillihan “, I don’t know if this is right or wrong, start it thinking of leaving her, but I’m afraid it might hurt her.” Ya, gue gak tau ini benar apa salah, tapi setidaknya gue udah bikin keputusan yang bisa bikin kita sama-sama nyaman. toh dia juga sepertinya menginginkan demikian.

Semua serba bertentangan. Bukannya gue nyerah ngelawan perbedaan, tapi ini pilihan, dan gue gak mau kita sama-sama menyesal di kemudia hari.
“Andainya kita terus bersama belum tentu kita bahagia selama tidak kau rubah cara hidupmu”
Dan gue gak ada hak buat ngerubah cara hidupnya yang seperti itu adanya. Dalam hati kecil, gue masih sangat sayang sama dia. Gue mau bikin dia bahagia, dan dengan gue pergi dari kehidupannya mungkin dia bisa lebih bahagia bersama orang lain yang lebih bisa menjadi Ariel Noah baginya.
Semoga Allah memantapkan hati gue atas pilihan ini. Semoga tak akan  ada sakit atas ini.

(T_T)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar